Header Ads

-

Perintah Al-Quran Kewajiban Menjadi Pemaaf

pemaaf
Menjadi Pemaaf Adalah Orang Yang Mulia

Sesungguhnya sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Allah dan Rasul-Nya yang berasal dari Kitab Allah Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menjelaskan berbagai hal di dalam kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala menurunkan Al-Quran bukan sekedar untuk dibaca, melainkan juga untuk dihafal dan juga diamalkan isi-isi yang terdapat di dalamnya.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran ataukah hati mereka terkunci? (Q.S. Muhammad : 24)

(Baca Juga : Tentang Tongkat Nabi Musa)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala ingin menegur sekaligus memberi pelajaran kepada kita semua selaku orang-orang yang beriman kepada-Nya agar memperhatikan Al-Quran. Al-Quran telah diturunkan kepada kita, apakah kita tidak memperhatikannya? Apakah kita tidak mengamalkan isi yang ada di dalam Al-Quran? Atau hati kita telah terkunci untuk mendengarkan ayat-ayat Allah dan telah terkunci untuk mentadabburkan Al-Quran? Masya Allah. Semoga Allah menjadikan Al-Quran melekat pada diri kita dan senantiasa menumbuhkan rasa cinta kita kepada Al-Quran.

Di dalam Al-Quran, kita diperintahkan untuk menjadi pemaaf. Al-Quran memerintahkan kita untuk memaafkan kesalahan orang lain, yang mana mungkin telah membuat hati kita sakit ataupun menyinggung perasaan kita.

Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (Q.S. Al-A’raaf : 199)

(Baca Juga : Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Sakit)

Allah menjelaskan bahwasannya memaafkan kesalahan orang lain itu sangat utama kedudukannya di sisi-Nya.

Tetapi orang yang bersabar dan mema'afkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. (Q.S. Asy-Syuura : 43)

Wahai saudara-saudaraku di mana pun kita berada. Mungkin teman kita ataupun kerabat kita pernah membuat kita kesal dan marah, tapi maafkanlah kesalahan mereka. Manusia itu tidak luput dari yang namanya salah dan lupa, kekhilafan adalah hal yang wajar sebagai fitrahnya manusia. Kita juga pernah melakukan kesalahan, mungkin lebih besar daripada yang dilakukan oleh teman kita tersebut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala saja Maha Pemaaf dan memaafkan kesalahan-kesalahan hamba-Nya. Dia tidak pernah menutup pintu taubat-Nya seberapa besar pun dosa hamba-Nya itu. Siapa saja yang mau datang kepada Allah, Allah akan membukakan pintu maaf dan ampunan yang sebesar-besarnya baginya jika dia memang benar-benar ingin kembali ke jalan-Nya. Jadi kenapa kita tidak?

Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan, (Q.S. Asy-Syuura : 25)

Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Kuasa. (Q.S. An-Nisaa’ : 149)

Jadi, mari kita ampuni kesalahan teman kita, mari kita maafkan kesalahan yang dilakukannya baik yang telah lampau maupun yang sekarang, mungkin dia khilaf dan tidak sengaja. Kita tidak boleh menyimpan dendam dan amarah kepada orang yang berbuat salah, berilah dia maaf dan semoga dia memperbaiki sikapnya menjadi yang lebih baik lagi.

(Baca Juga : Orang Yang Dijadikan Nama Surah Al-Quran)

Semoga bermanfaat.

No comments

Powered by Blogger.