Header Ads

-

Menggunakan Logika dan Nalar Apakah Tuhan Disunat dan Dikandung?


Ilustrasi Yesus Disunat
Ilustrasi Yesus Disunat

Saya sering mendengar orang-orang Kristen mengatakan, “Agama yang terpenting itu adalah iman.” Ketika mendengarnya saya berkata, “Hah?” Karena dalam menganut suatu agama iman bukanlah segala-galanya, kita tidak hanya cukup percaya saja pada ajaran agama tersebut akan tetapi juga dibutuhkan penalaran logika yang masuk akal. Misalnya begini, ada suatu agama yang mengajarkan untuk memakan kotoran, meminum darah dan memakan bangkai, kira-kira ada tidak yang menganut agama tersebut? Tentu tidak ada, kecuali memang orang tersebut gila dan tidak waras. Alasannya sudah jelas, karena menurut orang-orang pasti agama tersebut tidak benar dan tidak masuk akal alias agama gila. Begitu pula dengan agama-agama seperti agama Islam, Yahudi, Kristen, Buddha, Hindu dan lainnya, jika terdapat ajaran-ajaran yang tidak masuk akal maka jelas agama tersebut sesat dan orang yang mengikutinya tentu tidak menggunakan logikanya.

(Baca Juga : Sebelum Abraham Lahir Yesus Ada)

Pada tulisan kali ini kita akan membahas tentang ajaran dari agama Kristen, karena ini sangat penting sekali terutama bagi keimanan orang Kristen itu sendiri. Ajaran itu adalah mengharuskan umatnya menyembah dan menuhankan sosok Yesus Kristus, yang mana menurut Alkitab Yesus itu disunat dan dikandung oleh seorang wanita

Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2 : 21)

Saya ingin bertanya kepada semua orang yang memiliki pemikiran yang logis, apakah Tuhan disunat? Apakah Tuhan dikandung oleh seorang wanita? Ketahuilah itu adalah penghinaan bagi Tuhan dan penghinaan bagi sosok Yesus Kristus. Tuhan tidak mungkin disunat, karena kalau disunat dia bukanlah Tuhan. Terlebih lagi jika dikandung, karena itu sama saja menyifati tuhan dengan sifat-sifat seperti manusia. Tapi, jika orang-orang Kristen menganggap Yesus Kristus seperti manusia biasa maka tidak salah, karena menurut Alkitab terdapat perjanjian antara Ibrahim dan Tuhan salah satunya adalah setiap laki-laki harus disunat/dikhitan, dan layaknya sebagai manusia tentu saja dikandung oleh ibunya.

(Baca Juga : Apakah Kristen Agama Bodoh?)

Alkitab sekali lagi menegaskan bahwasannya Yesus adalah seperti manusia, yang mana dilahirkan dari seorang ibu, perhatikanlah ayat Alkitab berikut ini.

Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang dilahirkan perempuan itu bersih? Sesungguhnya, bahkan bulanpun tidak terang dan bintang-bintangpun tidak cerah di mata-Nya. Lebih-lebih lagi manusia, yang adalah berenga, anak manusia, yang adalah ulat!" (Ayub 25 : 4-6)

“Bagaimana mungkin orang yang dilahirkan oleh seorang wanita itu bersih?” Begitulah kata Alkitab. Begitu pula Anak Manusia yang tidak lain adalah hanyalah seperti ulat. Siapakah Anak Manusia yang dimaksud? Tentu saja Yesus Kristus. Di dalam Perjanjian Baru Yesus disebut sebagai Anak Manusia sebanyak 83 kali dan disebut sebagai Anak Tuhan sebanyak 13 kali. Jadi, Yesus juga seperti kita manusia biasa, yang tidak ada bedanya seperti ulat. Lalu di mana sosok ketuhanannya yang diagung-agungkan oleh orang Kristen? Mari fikirkan ini wahai teman-temanku, karena ini menyangkut kehidupan kalian di dunia dan di akhirat kelak. Saya mengajak kepada kalian untuk masuk ke dalam agama Islam, agama yang di dalamnya tidak terdapat kesalahan dan semua ajarannya masuk akal. Dengan masuk Islam kalian juga akan belajar mencintai Yesus sebagaimana seharusnya, bukan seperti yang dikatakan oleh orang-orang Kristen yang menuhankannya.
Semoga Allah memberi hidayah kepada orang-orang Kristen untuk masuk ke dalam agama Islam.

No comments

Powered by Blogger.