Header Ads

-

Pengakuan Mengejutkan SarapanPagi.org Tentang Keotentikan Alkitab


Pengakuan Mengejutkan SarapanPagi.Org
Pengakuan Mengejutkan SarapanPagi.Org

Sarapanpagi.og bukanlah website biasa, sarapanpagi.org adalah salah satu website Kristen yang sangat terkenal dan sangat fenomenal. Sarapanpagi.org menyediakan renungan-renungan tentang Kristen, tanya-jawab seputar Kristen bahkan menjawab tuduhan-tuduhan yang diberikan terhadap agama Kristen. Sarapanpagi.org atau yang sering disebut Sarapan Pagi Biblika tidak asing lagi terdengar di telinga kita, tulisan-tulisannya banyak dijadikan referensi dan rujukan bagi orang-orang Kristen di dalam menganut kepercayaan mereka. Mereka bahkan tidak segan-segan mengeluarkan ayat-ayat Alkitab dalam bahasa Ibrani dan bahasa Yunani yang merupakan bahasa asal Perjanjian Lama dan perjanjian Baru. Ini merupakan wujud dari totalitas mereka di dalam pengembangan dakwah agama Kristen dan tampaknya tulisan-tulisan mereka dapat mempengaruhi banyak seorang sehingga membuat orang percaya akan tulisan mereka.
Suatu saat ketika saya mengecek website sarapanpagi.org dan melihat-lihat tulisan mereka saya melihat suatu hal yang sangat mengejutkan dan membuat saya tertawa. Akan tetapi saya tidak tahu apakah tulisan ini baru saja dibuat ataukah sudah lama, saya rasa sudah lama karena pembahasannya bukanlah pembahasan baru.


Tulisan ini membahas tentang Kandang Salomo yang di dalam Alkitab terdapat perbedaannya, untuk melihat tulisannya saya ambil kutipannya berikut ini,


----------------------------------------------------------------------

Pemakaian jumlah "4,000" ini dengan merefer ayat dalam 2 Tawarikh 9:25 dalam naskah bahasa Ibrani maupun Septuaginta Yunani yang menulis "4,000", dengan pertimbangan adanya asumsi bahwa pada 1 Raja 4:26 terdapat kesalahan penyalinan manuskrip (naskah tulisan tangan) bahasa asli Ibrani.

Kami, umat Kisten dengan senang hati mengakui, bahwa ada "ketidak-sempurnaan" dalam penyalinan ulang terhadap naskah PL (dan juga PB). Tetapi hal seperti itu memang diluar kemampuan manusia manapun untuk dihindari, karena menyalin ulang halaman demi halaman dengan tangan secara manual akan menghasilkan kesalahan manusiawi, baik untuk buku suci maupun sekuler. Apalagi kalau naskahnya yang akan disalin itu sudah buram ditelah usia dan cara penyimpanan yang tidak bisa sempurna. Namun, kita tahu bahwa naskah aslinya (yang disebut autograph, yaitu yang diinspirasikan langsung oleh Tuhan kepada penulis Alkitab) tidak akan memiliki kesalahan sedikitpun juga . Tetapi berhubung dokumen-dokumen yang asli telah ditulis pada masa yang amat lampau, dan naskah yang asli tersebut ditulis dalam media yang dapat rusak karena umur, maka dokumen tersebut tidak dapat lagi ditampilkan.

Meski terdapat "perbedaan dalam hal jumlah" namun hal ini tidak mengubah Alkitab secara doktrinal - pengajaran.

Demikian, semoga kita dapat memahami dan memakluminya.


Blessings,
BP.

----------------------------------------------------------------------

Setelah pembahasan panjang pada tulisan itu kita menemui suatu hal yang sangat mengejutkan, bukan hanya bagi diri saya sendiri tetapi juga mungkin bagi orang-orang yang membacanya. Setelah membahas panjang lebar tentang kontradiksi pada ayat Alkitab tersebut, disebutkan bahwa website sarapanpagi.org menyatakan,

Kami, umat Kisten dengan senang hati mengakui, bahwa ada "ketidak-sempurnaan" dalam penyalinan ulang terhadap naskah PL (dan juga PB). Tetapi hal seperti itu memang diluar kemampuan manusia manapun untuk dihindari, karena menyalin ulang halaman demi halaman dengan tangan secara manual akan menghasilkan kesalahan manusiawi, baik untuk buku suci maupun sekuler. Apalagi kalau naskahnya yang akan disalin itu sudah buram ditelah usia dan cara penyimpanan yang tidak bisa sempurna. Namun, kita tahu bahwa naskah aslinya (yang disebut autograph, yaitu yang diinspirasikan langsung oleh Tuhan kepada penulis Alkitab) tidak akan memiliki kesalahan sedikitpun juga . Tetapi berhubung dokumen-dokumen yang asli telah ditulis pada masa yang amat lampau, dan naskah yang asli tersebut ditulis dalam media yang dapat rusak karena umur, maka dokumen tersebut tidak dapat lagi ditampilkan.

Meski terdapat "perbedaan dalam hal jumlah" namun hal ini tidak mengubah Alkitab secara doktrinal - pengajaran.

Untuk fotonya juga sudah saya screenshot sebagai mempertegas.
Screenshot dari tulisan sarapanpagi.org
Screenshot dari tulisan sarapanpagi.org
Katanya, mereka (umat Kristen) dengan senang hati mengakui  adanya ketidaksempurnaan saat proses penyalinan naskah Alkitab, baik itu Perjanjian Lama (PL) ataupun Perjanjian Baru (PB). Website sarapanpagi.org menyatakan sendiri adanya kesalahan saat penyalinan naskah Alkitab, bukan hanya itu saja, mereka juga menyalahkan kertas naskah yang digunakan saat penyalinan dan cara penyimpanan naskah yang tidak sempurna. Lalu mereka mengatakan bahwa adanya perbedaan dalam hal jumlah di Alkitab tidak mengubah Alkitab secara doktrin maupun ajaran.

(Baca Juga : Mana Dalil Yesus 100% Tuhan dan 100% Manusia?)
Jujur saja, ketika membacanya ini saya kaget sekaligus tertawa. Bagaimana mungkin mereka yang begitu menyampaikan dalil-dalil di Alkitab, dengan hebatnya mengutip ayat-ayat dalam bahasa Ibrani maupun Yunani, dengan mengagung-agungkan Alkitab. Akan tetapi malah mereka sendiri yang menyatakan ada “kesalahan”? Lalu kalau ada kesalahan kenapa masih digunakan tuh Alkitabnya, bagaimana mungkin Alkitab yang sudah “berubah isinya” masih dipakai dan digunakan? Bagaimana mungkin adanya perbedaan antara ayat-ayat Alkitab yang satu dengan lainnya seperti perbedaan dalam hal jumlah “tidak mengubah Alkitab secara doktrin maupun ajaran.” Kalau isinya saja sudah berbeda kenapa masih tetap dipakai? Kalau isinya saja sudah tidak asli lagi kenapa masih dipercaya dan digunakan? Kenapa kalian masih menganut agama yang kitabnya saja sudah mengalami perubahan? Kalau kita itu sudah berubah berarti sudah berbeda, kalau sudah berbeda pasti ada yang bukan berasal dari firman Tuhan, dan bisa saja dalil yang kalian gunakan sehari-hari itu yang bukan berasal Tuhan.

Tidak perduli alasan mengenai kertas naskah yang sudah rusak ataupun kesalahan penyalinan, yang penting sekarang berarti Tuhan tidak menjaga Alkitab, simple kan? Tuhan pasti punya cara-Nya tersendiri dalam menjaga kitab-Nya. Kalau sudah begitu kenapa masih dipakai, kenapa masih dibanggakan, kenapa masih mengatakan Alkitab itu firman Tuhan? Kenapa kalian begitu bangganya menggunakan Alkitab yang isinya sudah berubah?

Berbeda halnya dengan Al-Quran, ayat-ayat Al-Quran yang diwahyukan kepada Muhammad langsung diperintahkan oleh beliau untuk ditulis oleh para sahabat, lalu Nabi Muhammad memerintahkan mereka untuk menghafalkannya, jadi Al-Quran sudah dihafal semenjak zaman Muhammad dan terus turun-temurun, bahkan naskah teksnya juga terpelihara. Jadi meskipun seluruh naskah Al-Quran di seluruh dunia ini dibakar, dihilangkan, dibuang, dirusak, tetapi sudah banyak yang hafal Al-Quran bahkan huruf demi huruf. Bahkan jumlah para penghafal Al-Quran sangat banyak sekali dari berbagai belahan dunia dan mereka siap untuk menulis ulang ayat demi ayat Al-Quran yang mereka hafal jika memang dibutuhkan. Jadi tidak heran bahwa Al-Quran dari semenjak zaman Nabi Muhammad sampai sekarang tidak berubah. Allah juga sudah berjanji bahwa Dia akan menjaga kitab-Nya dan salah satu caranya adalah dengan para penghafal Al-Quran

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Q.S. Al-Hijr : 9)

Kalau Al-Quran bukan datang dari Allah, tidak terjaga keasliannya, maka pasti sudah kita dapati banyak kotradiksi di dalamnya seperti halnya Alkitab

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (Q.S. An-Nisaa’ : 82)

Maka dari itu kembalilah kepada jalan yang benar, yaitu Islam.
Semoga Allah memberi hidayah kepada orang-orang Kristen untuk masuk ke agama Islam.

No comments

Powered by Blogger.