Benarkah Para Murid Menyembah Yesus?


Ilustrasi
Ilustrasi

Orang-orang Kristen tidak berhenti berpendapat bahwasannya Yesus Kristus adalah tuhan. Mereka terus saja memaksa bahwa Yesus Kristus merupakan tuhan sehingga mereka menyembahnya. Padahal ayat-ayat di Alkitab sudah jelas sekali bahwa Yesus itu hanyalah seorang utusan dan yang diajarkan Yesus adalah ketauhidan, yakni hanya menyembah Allah semata. Akan tetapi orang-orang Kristen tampaknya tidak lagi mengikuti Yesus, karena mereka hampir seluruhnya menjadi pengikut setia Paulus yang ajarannya sangat bertolak belakang dengan Yesus. Maka dari itu saat ini orang-orang Kristen sudah sangat tersesat dan sangat jauh dari Yesus Kristus yang mereka jadikan sebagai tuhan.

(Baca Juga : Benarkah Yesus Tuhan?)

Saya kemarin melihat di website Kristen, di sana saya melihat penjelasan mereka mengenai ketuhanan Yesus. Di website tersebut dijelaskan mengenai tuduhan umat Islam dan orang-orang bahwa tidak adanya dalil ketuhanan Yesus di Alkitab, maka mereka pun melampirkan ayat-ayat di Alkitab yang menyebutkan bahwa banyak orang termasuk para murid Yesus yang menyembah Yesus. Ayat-Ayat Alkitab yang dimaksud adalah sebagai berikut,

Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." (Matius 8 : 2)

Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." (Matius 14 : 33)

Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, (Markus 5 : 6)

Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. (Lukas 24 : 52)

Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya. (Yohanes 9 : 38)

(Baca Juga : Ayat Kontradiksi Alkitab)

Lalu benarkah mereka yang disebutkan Alkitab di atas benar-benar menyembah Yesus layaknya Yesus itu tuhan? Jawabannya adalah tidak. Kenapa? Alasan pertama adalah tidak selamanya kata “menyembah” itu bermakna penghambaan terhadap tuhan. Misalnya Si Fulan “menyembah harta”. Apakah Harta itu tuhan? Tentu saja tidak. Maksudnya adalah karena kecintaan si Fulan yang begitu besar dan dalam terhadap harta sampai-sampai tidak bisa hidup tanpa harta sehingga menyebabkan si Fulan disebut sebagai penyembah harta. Contoh lainnya adalah “menuhankan hawa nafsu”. Apakah hawa nafsu itu tuhan? Tentu saja tidak. Maksud kata “menuhankan hawa nafsu” di sini adalah karena si Fulan selalu mementingkan hawa nafsunya saja dan mengabaikan hal lainnya sehingga dikatakan Fulan menuhankan hawa nafsu.

Hal itu juga yang berlaku kepada para murid Yesus ataupun orang-orang di Alkitab yang “menyembah” Yesus. Mereka “menyembah” dalam arti kata kecintaan mereka yang begitu besar sampai-sampai rela mati demi melindungi Yesus, mereka rela mati demi menegakkan ketauhidan dan rela mati demi menegakkan ajarannya bahwa Allah itu Maha Esa dan tidak ada tuhan selain Allah. Mereka bukanlah “menyembah” dalam arti kata penghambaan terhadap tuhan. Hal ini juga diperkuat alasan kedua di bawah ini.

Alasan yang kedua adalah Yesus tidak pernah menyatakan dirinya tuhan dan tidak pernah menyuruh orang untuk menyembahnya. Justru sebaliknya, Yesus menyuruh umatnya untuk menyembah Allah semata, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Markus 12 : 28-29)

Ayat lainnya adalah,

Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Matius 4 : 10)

Tidak pernah sekalipun Yesus mengatakan di Alkitab “Akulah Tuhan” atau “Sembahlah aku”, tetapi yang ada mengatakan hal seperti itu di Alkitab adalah Allah (Tuhan). Sebagaimana yang terdapat di kitab Yesaya

Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, (Yesaya 45 : 5-6)

Yesus sendiri yang menyatakan bahwa dia adalah seorang utusan Bapa (Allah) alias seorang nabi.

Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku." (Yohanes 12 : 49-50)

dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku. (Yohanes 8 : 16)

Jadi sudah jelas bahwasannya para murid Yesus tidak pernah menyembah Yesus dan Yesus pun tidak pernah memerintahkan umatnya untuk menyembahnya. Akan tetapi hampir seluruh orang-orang Kristen di dunia ini tidak mengikuti ajaran Yesus lagi, mereka mengikuti ajaran Paulus yang telah memanipulasi ajaran Yesus Kristus 180 derajat. Pesan saya ikutilah Yesus dan patuhilah apa yang diperintahkannya, maka dengan izin Allah kalian akan lebih dekat dengan kebenaran yaitu Islam.

(Baca Juga : Yesus Tuhan Atau Nabi?)

Semoga Allah memberi hidayah kepada orang-orang Kristen agar masuk Islam.
Share on Google Plus

- Yusri Triadi

liputanalquran.com
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment