Header Ads

-

Kenapa Tomas Memanggil Yesus “Allahku”?


Ilustrasi
Ilustrasi
Yesus Kristus adalah orang yang dijadikan tuhan oleh orang-orang Kristen. Meskipun dia tidak pernah mengakui ketuhanannya dan tidak pernah mau disembah, akan tetapi entah kenapa umatnya memaksakan diri untuk menuhankannya. Disebutkan di dalam Alkitab bahwa Yesus memiliki 12 orang murid dan salah satunya adalah Tomas. Jadi Tomas adalah orang yang hidup dengan Yesus, jalan bersama Yesus, bertatapan wajah secara langsung dengan Yesus dan amat mengenal Yesus dibandingkan orang-orang yang hidup 2000 tahun sepeninggalnya. Tomas dan para murid Yesus yang lainnya tidak pernah menuhankannya sepanjang hidup mereka. Bahkan para murid Yesus berkhotbah dan menyampaikan pesan-pesan ajaran tauhid kepada Bani Israel, bukan Trinitas. Karena Trinitas sejatinya difinalkan pada tahun 325 Masehi di Konsili Nicea.

(Baca Juga : Benarkah Yesus Tuhan?)

Menurut orang-orang Kristen ada di Alkitab yang menunjukkan bahwa Yesus itu Tuhan. Mereka berdalih dengan Tomas yang memanggil Yesus dengan sebutan “Allah” dan “Tuhan”. Ayat tersebut adalah Yohanes pasal 20 ayat 28,

Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20 : 28)

Pertanyaannya adalah kenapa Tomas memanggil Yesus dengan “Tuhanku” dan “Allahku”? Untuk menjawabnya maka yang harus kita perhatikan adalah konteksnya. Kalau kita melihat alur ceritanya dikisahkan bahwa saat itu Yesus bangkit dari kematian dan muncul di hadapan murid-muridnya. Yesus berusaha meyakinkan murid-muridnya bahwa dia adalah Yesus yang mereka kenal. Saat pertama kali muncul di hadapan murid-muridnya, Tomas tidak hadir. Maka dari itu saat murid-murid yang berjumpa dengan Yesus melaporkan kepada Tomas bahwa mereka melihat Yesus maka Tomas tidak percaya sebelum dia memasukkan tangannya ke dalam lambung Yesus. Lalu mereka pun berjumpa kembali dengan Yesus dan kali ini Tomas ikut bersama mereka. Kisahnya tercatat di Alkitab,

Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" (Yohanes 20 : 26)

Lalu Yesus menghadap kepada Tomas dan berkata kepadanya,

Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." (Yohanes 20 : 27)

Lalu setelah itu Tomas melakukan apa yang diperintahkan Yesus dan mengatakan,

Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20 : 28)

Sebenarnya ucapan Tomas “Ya Allahku” itu tidak untuk Yesus. Tomas mengucapkannya sebagai rasa kaget dan rasa takjub kepada Allah. Seperti yang kita ketahui bahwa sebelumnya Tomas tidak percaya itu Yesus dan tentu saja dia kaget saat mengetahui bahwa Yesus hadir di hadapannya. Bagaimana mungkin Tomas tidak terkejut saat tahu bahwa orang yang diyakininya telah mati dan dikubur ternyata tidaklah mati dan berada di hadapannya. Jadi Tomas mengucapkan “Allahku” dan “Tuhanku” itu adalah ucapan kagum kepada Allah (Tuhan), bukan kepada Yesus. 

(Baca Juga : Kesalahan Fatal Alkitab)

Kejadian ini sering sekali kita lakukan juga, misalnya melihat orang yang kecelakaan parah persis di hadapan kita, maka kita mengucapkan “Ya Allah kenapa bisa seperti itu”. Apakah kita menyebut korban tersebut dengan Allah? Tentu saja tidak, karena ucapan kita itu ditujukan kepada Allah sebagai rasa kaget dan terkejut. Contoh lainnya adalah saat kita melihat sesuatu yang luar biasa mengerihkan misalnya Tsunami Aceh maka kita akan mengatakan “Ya Allah mengerihkan sekali”, kita tidak mengatakan Tsunami itu Allah, akan tetapi kita sedang menyebut nama Allah karena rasa kaget kita, karena rasa tidak percaya kita bahwa itu terjadi di hadapan kita.

Nah hal itu pulalah yang berlaku pada kisah Tomas di atas. Tomas tidak memanggil Yesus dengan sebutan Allahku, akan tetapi Tomas saat itu kaget dan masih tidak percaya bahwa Yesus ternyata tidak mati sehingga dia menyebut nama Allah. Tomas menyebut Allah bukan untuk Yesus, tetapi memang untuk Allah (Tuhan) sebagai ungkapan kagetnya. Maka dari itulah Yesus tidak memprotes Tomas atas ucapannya, karena Yesus mengetahui persis bahwa Tomas saat itu sedang terkejut sehingga menyebut nama Allah, bukan untuk memanggilnya. Terlebih-lebih lagi Yesus memang tidak pernah mengajarkan umatnya untuk menjadikan dia tuhan dan menyembahnya.

Jadi dalil Yohanes 20 ayat 28 sama sekali tidak bisa dijadikan dalil ketuhanan Yesus. Ayat tersebut justru menunjukkan bahwa ajaran Yesus memang menyuruh umatnya untuk menyembah Allah semata, bukannya menyembah dirinya.


Semoga Allah memberi hidayah kepada orang-orang  Kristen agar masuk Islam.

5 comments:

  1. Di artikel lain (Judul: Siapakah Yesus Kristus di dalam Al-Quran) anda menyebutkan bahwa Yesus tidak mati kemudian bangkit, tetapi diangkat oleh Allah sebelum dia dibunuh dan disalib. Tetapi di artikel ini, anda membuat peristiwa Yesus bangkit dan muncul kepada murid-muridnya sebagai acuan bahwa reaksi Thomas itu hanya sebagai respon kaget saja. Agak aneh ya kan? Saya tidak mempermasalahkan hal tsb, hak anda juga untuk menyampaikannya.

    Oiya, lain kali kalau mau mengutip ayat Alkitab jangan hanya sepotong-potong, karena itu akan mengaburkan maknanya. Harus sesuai konteks, karena satu ayat dan ayat lain saling berhubungan maka dari itu jangan sepotong-potong, ya.

    Sekian jalan-jalan saya di website ini. Haleluya. Tuhan Memberkati. GBU

    ReplyDelete
  2. Setan kambing nafsu bidadari ini yg tulis, memang kau sangat Tolol, sudah jelas2 itu ungkapan rasa kagum Tomas kepada Yesus, dan ditegaskan lg, diberkatilah mereka yg percaya kepadaKu skalipun tidak melihat aku....dasar setan... Mudah2 han kau bernasib kayak Ahmad deedat kena azab 9 tahun stroke krn menghina Tritunggal

    ReplyDelete
  3. Disitu jelas di katakan Tomas "menjawab", bukan " kaget dan spontan berkata Ya Allahku..". Kambing nafsubpedofil mudah2 kalian miskin terus

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!". Ini simple. Tomas menjawab Yesus. Tomas berbicara kepada Yesus. Dalam bahasa Yunani Tomas menyebut Yesus adalah theos (Allah).

    ReplyDelete

Powered by Blogger.