Kesalahan Alkitab Tentang Jasad Fir’aun


Kesalahan Alkitab Tentang Jasad Fir’aun
Kesalahan Alkitab Tentang Jasad Fir’aun

Fir’aun sebenarnya adalah gelar bagi para raja di negeri Mesir. Akan tetapi kalau di naskah kitab suci seperti Alkitab maupun Al-Quran, Fir’aun itu merujuk kepada Raja Mesir yang memerintah pada zaman Nabi Musa ‘alaihissalam. Fir’aun pada zaman Nabi Musa ‘alaihissalam adalah sosok raja yang kejam, zalim dan memperbudak orang Israel (Bani Israil). Fir’aun kala itu menganggap dirinya tuhan dan menghukum siapa saja yang tidak patuh pada perintahnya, hal ini sebagaimana keterangan Al-Quran saat dia berkata kepada masyarakatnya,

(Seraya) berkata:"Akulah tuhanmu yang paling tinggi." (Q.S. An-Naazi’aat : 24)

(Baca Juga : Selamat Kepada Ateis)

Karena disebabkan kesombongan dan kezalimannya maka dia pun diazab Allah baik di dunia maupun di akhirat. Azab Allah di dunia adalah dengan menenggelamkannya di laut saat Fir’aun dan bala tentaranya berusaha mengejar Musa dan kaumnya. Kisah ini diceritakan secara lengkap dan jelas di Alkitab maupun Al-Quran. Akan tetapi ada sedikit perbedaan kisah di Alkitab dan Al-Quran pada akhir kisah Fir’aun. Al-Quran menyebutkan bahwa saat Fir’aun tenggelam dan mati di laut, maka jasadnya memang diselamatkan Allah sebagai pelajaran bagi orang-orang sesudahnya.

Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. (Q.S. Yunus : 92)

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa penelitian dari para ilmuwan menunjukkan fakta mengejutkan tentang ditemukannya jasad Fir’aun yang hidup pada zaman Nabi Musa ‘alaihissalam. Penelitian ini mengejutkan banyak pihak ilmuwan bahkan ada ilmuwan yang menyatakan keislamannya karena melihat fakta kebenaran Al-Quran.


Itu kalau di Al-Quran. Berbeda halnya dengan Alkitab. Di Alkitab malah menyebutkan bahwa jasad Fir’aun tidak ada di lautan, bisa dikatakan hancur dan habis ditelan lautan. Perhatikan ayat Alkitab di bawah ini,

Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. (Keluaran 14 : 27)

Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka. (Keluaran 14 : 28)

Mungkin kata “mencampakkan” tidak menunjukkan hancurnya jasad Fir’aun. Akan tetapi pada ayat ke-28 di atas menyebutkan kalimat, “seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka.” Tentu saja maksud di sini adalah tidak ada pun yang bersisa dari Fir’aun dan pasukannya di laut, karena kalimat sebelumnya dibahas “yang telah menyusul orang Israel itu ke laut.” Hal serupa juga disebutkan pada Mazmur,

air menutupi para lawan mereka, seorangpun dari pada mereka tiada tinggal. (Mazmur 106 : 11)

Jadi Alkitab menyebutkan bahwa Fir’aun dan pasukannya mati semua di lautan dan tidak ada jasad yang selamat satupun. Sedangkan Al-Quran secara jelas menegaskan bahwa jasad Fir’aun diselamatkan Allah agar menjadi pelajaran bagi orang-orang sesudahnya. Hal ini semakin menunjukkan kebenaran Al-Quran dan menunjukkan kelemahan Alkitab yang salah dalam hal fakta kebenaran. Kurang lebih 1400 tahun yang lalu Allah Ta’ala menyampaikan kepada umat manusia,

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Q.S. Fushshilat : 53)

Jadi dari segi fakta ilmiah Alkitab tidak memiliki kekuatan argumentasi. Maka dari itu saya mengundang kepada orang-orang Kristen yang masih mengimani keaslian Alkitab dan ketuhanan Yesus untuk kembali kepada jalan yang benar yaitu Al-Islam. Saya mengundang kalian semua kepada jalan kebenaran yang selama juga ditempuh oleh Yesus Kristus. Saya tidak membenci kalian semuanya, malah sebaliknya. Saya menyayangi kalian semua agar kalian semua dalam jalan yang benar dan agar kalian selamat dari azab neraka yang kekal.


Semoga Allah memberi hidayah kepada orang-orang Kristen agar masuk Islam.
Share on Google Plus

- Yusri Triadi

liputanalquran.com
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment