Header Ads

-

Hukum Mengatakan Orang Kristen Kafir

Hukum Mengatakan Orang Kristen Kafir
Hukum Mengatakan Orang Kristen Kafir
Mungkin masih ada di antara kita yang bertanya-tanya apakah orang Kristen/Nasrani itu kafir? Bukankah mereka pengikut ‘Isa? Lalu apakah mereka akan masuk ke dalam api neraka Jahannam? Pertanyaan ini masih sering saya dengar. Lalu bagaimana pandangan Islam dan Al-Quran mengenai hal ini?


Yang pertama. Orang Kristen itu kafir secara mutlak berdasarkan nash Al-Quran. Banyak sekali ayat-ayat Al-Quran yang menyatakan bahwa orang Kristen itu kafir.

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (Q.S. Al-Bayyinah : 6)

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al-Masih putera Maryam." Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?." Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Al-Maa’idah : 17)

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam", padahal Al-Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (Q.S. Al-Maa’idah : 72)

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al-Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? (Q.S. At-Taubah : 30)

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Q.S. Al-Maa’idah : 73)

Jadi sudah jelas bahwa orang Nasrani/Kristen itu kafir dan mereka diancam dengan neraka Jahannam oleh Allah Jalla Jalaluh, mereka akan kekal di dalamnya.

Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela'nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (Q.S. At-Taubah : 68)

Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (Q.S. Al-Mulk : 6)

Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka." (Q.S. Ibrahim : 30)


Lalu bagaimana ada orang Islam maupun ustadz yang mengatakan bahwa orang Kristen itu tidak kafir? Itu berarti dia tidak memiliki ilmu dan tidak memahami Al-Quran. Haram bagi kita menyatakan Kristen itu tidak kafir. Wajib bagi kita menyatakan siapa saja yang bukan orang beriman (Islam) sebagai orang kafir. Baik itu Yahudi, Nasrani, Hindu, Buddha, Shinto, bahkan Ateis sekalipun termasuk ke dalam golongan orang kafir. Jikalau mereka mati di dalam kekafiran maka mereka akan menjadi penghuni neraka Jahannam. Hal ini bukanlah bentuk kekejaman ataupun kezaliman, akan tetapi inilah hukum Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Akan tetapi jikalau mereka bertaubat dan masuk Islam maka Allah akan memberikan mereka pahala dua kali. Tidak sampai di situ, Allah akan menganggap mereka bersih dan suci seperti bayi yang baru lahir, dosa-dosa mereka saat berada dalam kekafiran akan dihapus oleh Allah.

Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan. (Q.S. Al-Qashash : 54)

Untuk orang Kristen kekafiran mereka sudah sangat jelas. Mereka menyekutukan Allah dengan Yesus (‘Isa ‘alaihissalam) dan Roh Kudus. Mereka juga menganggap ‘Isa itu anak Allah. Mereka juga mengingkari kenabian Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Al-Quran yang dibawanya. Bahkan mereka juga tidak mengikuti ‘Isa sesuai dengan syariat Injil yang sebenarnya. Padahal Allah Ta’ala sudah mengingatkan mereka.

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (Q.S. An-Nisaa’ : 171)

Kesimpulannya adalah orang-orang Kristen itu kafir, meskipun dia itu orangnya baik dan rajin beribadah. Orang Kristen itu kafir berdasarkan nash Al-Quranul Karim. Wajib bagi kita menyatakan orang Kristen kafir sebagaimana yang disebutkan Al-Quran. Haram bagi kita mengatakan mereka tidak kafir. 

Jika ada orang Islam maupun ustadz yang mengatakan orang Kristen itu tidak kafir, maka sesungguhnya dia juga termasuk orang kafir, karena dia telah mendustakan Al-Quran dan mendurhakai Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Akan tetapi kalau dia tidak tahu tentang hal itu, wajib bagi kita menasehatinya dan memberitahunya, jangan langsung menyebutnya kafir. Namun kalau dia masih bersikeras bahwa Kristen itu tidak kafir maka dia juga telah kafir. Hal itu sebagaimana yang dikatakan para ‘ulama kita, termasuk Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Syeikh Sholih Al-'Utsaimin.


Semoga bermanfaat.

No comments

Powered by Blogger.