Melkisedek Lebih Besar Dibandingkan Yesus dan Lebih Layak Menjadi Tuhan

Ilustrasi

Bukan rahasia umum lagi bahwasannya akidah dari hampir keseluruhan umat Kristen adalah Trinitas. Mari sedikit kita bahas tentang Trinitas, Trinitas adalah akidah yang mengajarkan untuk menyembah 1 tuhan dalam 3 pribadi yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Meskipun mereka memaksakan kehendak mereka dan berprinsip bahwa mereka menyembah Allah Yang Esa maka itu adalah kebohongan. Pada kehidupan nyata dan pengaplikasian hidup sehari-hari mereka menyembah 3 tuhan dan 3 pribadi yang berbeda, jadi mereka menyembah Bapa, menyembah Anak dan juga menyembah Roh Kudus. Mau sampai kiamat pun ketiganya tidak akan pernah menjadi satu dan yang satu tidak akan pernah menjadi tiga seperti yang mereka katakan.

(Baca Juga : Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Astronomi)

Di antara kepercayaan Trinitas itu umat Kristen juga meyakini bahwasannya Yesus adalah tuhan. Berbagai alasan dikemukakan oleh berbagai orang termasuk para pendeta Kristen itu sendiri kenapa Yesus disebut ataupun dijadikan Tuhan. Salah satu alasannya bahwa dia bukan manusia biasa, dia lahir tanpa seorang ayah, alias hanya dengan seorang perawan yaitu Maria (Maryam di dalam Islam).

Tetapi jikalau kita baca Alkitab, terutama orang Kristen maka ada orang yang dilahirkan tanpa ayah dan ibu, seperti Nabi Adam. Tapi bukan hanya itu saja, di Alkitab ada seorang yang dikatakan di sana bahwa dia tidak mempunyai bapak, ibu, bahkan silsisah, hidupnya tidak berawal dan tidak berkesudahan, dialah Melkisedek. Kalau kita menggunakan pemikiran logis untuk ini, maka Melkisedek lah yang lebih layak dan lebih pantas untuk dijadikan sebagai tuhan oleh orang Kristen. Karena si Melkisedek ini tidak berbapa, beribu, tidak bersilsilah, dan lain sebagainya. Kalau mau lengkapnya bisa dibuka di Alkitab, Kitab Ibrani pasal 7.

Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. (Ibrani 7 : 3)

Sedangkan Yesus memiliki ibu, bersilsilah (bahkan dikatakan bersilsilah dengan Daud), hidupnya ada awalnya yaitu di kandang domba, dan hidupnya juga jelas bagaimana kesudahannya.

(Baca Juga : Surah Yang Menceritakan Nabi Musa)

Ada sebagian orang Kristen yang beranggapan bahwasannya Melkisedek itulah Yesus, tetapi mari kita baca Alkitab kembali, bahwa Melkisedek ini adalah Raja Salem dan imam Allah Yang Maha Tinggi, hidup di zaman Abraham, bahkan dikatakan Abraham memberikan pajak kepadanya.

Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. (Ibrani 7 : 1-2)

Sedangkan Yesus? Dia lahir dari seorang perawan Maria yang jauh hidup setelah zaman Melkisedek. Melkisedek tidak memiliki ibu, Yesus memiliki ibu, dan kalau kita lihat dari pemikiran logis memang tuhan itu tidak memiliki bapak dan ibu serta tidak bersilsilah. Kalau tuhan memiliki ayah, ibu dan memiliki silsilah maka dia pasti bukan tuhan.

Jadi sekali lagi saya ingin memberi penjelasan ini kepada semua orang Kristen di mana pun berada. Jikalau Yesus dikatakan tuhan dan disembah karena dia lahir tanpa seorang ayah dan hanya dengan seorang ibu, maka Melkisedek lebih pantas dijadikan tuhan dan lebih cocok untuk disembah, karena Melkisedek tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, hidupnya tidak berawal, dan juga tidak berkesudahan. Teksnya ada di Alkitab wahai saudaraku, bukankah Alkitab yang anda percayai itu sebagai pegangan hidup anda?

Di dalam Al-Quran, dinyatakan bahwasannya memang Yesus (Nabi ‘Isa ‘alaihissalam) tidak enggan menjadi hamba Allah. Dia tidak pernah menyatakan ketuhanannya dan tidak pernah menyuruh umatnya untuk menyembahnya. Bisa anda bayangkan bagaimana reaksi Nabi ‘Isa ‘alaihissalam atau Yesus Kristus ketika melihat anda (orang-orang Kristen) menyembahnya dan menjadikan dia tuhan?

Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya. (Q.S. An-Nisaa’ : 172)

(Baca Juga : Bagaimana Cara Mencintai Al-Quran?)

Semoga Allah memberi hidayah kepada orang Kristen untuk masuk ke dalam agama Islam.
Share on Google Plus

- Yusri Triadi

liputanalquran.com
    Blogger Comment
    Facebook Comment

7 komentar:

  1. Alquran hoax terbesar sepanjang masa, Muhammad manusia terlaknat sejagat raya dengan karakter iblis

    ReplyDelete
    Replies
    1. kata kata laknat mu itu akan pulang kepada diri kamu..Kamu tunggulah masa nya ok..

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. MELKISEDEK

    Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. (Ibrani 7 : 3)

    Ayat ini tidak berarti bahwa Melkisedek benar-benar tidak mempunyai ayah dan ibu atau tidak mempunyai kerabat atau bahwa ia seorang malaikat. Ayat ini hanyalah menunjukkan bahwa Alkitab tidak mencantumkan daftar keturunannya dan tidak mengatakan apa-apa mengenai awal dan akhir hidupnya. Oleh karena itu, ia melambangkan Kristus yang abadi, yang keimaman-Nya tidak pernah berakhir (Ibrani 7:24-25).
    Melkisedek tampil dan menghilang tiba-tiba tanpa keterangan tentang kelahirannya atau kematiannya, asal nenek moyangnya atau keturunannya, dalam suatu cara yang menjelaskan bahwa kedudukannya lebih tinggi dari Abraham, dan tanpa disebut-sebut dari keimaman keturunan Harun sebagai keturunan Abraham. Maka dengan itu ditetapkan bahwa keimaman Kristus lebih tinggi dari keimaman Lewi pada zaman Perjanjian Lama (Ibrani 5:6-11; 6:20-7:28).
    Sekedar nasihat :
    jangan cuma membaca satu, dua ayat Alkitab lalu kamu menghakimi umat kristiani salah.. Alkitab itu adalah Firman Tuhan yang diilhamkan kepada manusia (2 Timotius 3 :16), dan kalau hanya membacanya sepintas dgn memakai akal pikiran kita manusia maka sulit utk memahaminya dgn baik. sebelum membaca Alkitab kita harus berdoa meminta hikmat dari Tuhan, lalu dgn hati yg terbuka kita membaca Alkitab.
    Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3 :16)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak usah heran mereka itu memang begitu sukanya ngutip ayat sepotong2 dan menafsirkannya dengan otak mereka yg nggak seberapa itu. Mau sampe berbusa mulut kita menjelaskan tentang Trinitas, tetap mereka tidak akan mengerti karna itu diluar batas kemampuan berpikir mereka. Semoga mereka cepat2 bertobat sebelum Yesus datang sebagai Hakim yg afil untuk mengadili orang2 seperti si penulis ini.

      Delete
  4. Kelihatan disini bahwa pengetahuan anda dangkal, agarsupaya anda tau apa itu trinitas, anda harus banyak baca alkitab sebelum membaca anda berdoa dulu minta tuntunan rohkudus hikmat akal budi dari surga pasti anda akan mengerti.

    ReplyDelete
  5. Dan lagian Melkisedek itu ga terlalu di bahas di Alkitab karna ga terlalu penting, karna bukan dia toko utamanya yg perlu di bahas secara luas dan detail, kalo begitu menurut anda kenapa Islam tidak menyembah Melkisedek aja, dasar ngaco
    Urusin agama masing" aja Napa dasar negara +62 selalu memicu perdebatan. Pahlawan susah" buat memerdekakan Indonesia, Anda malah ingin jdi propokator

    ReplyDelete