Pada Mulanya Firman Membuktikan Bahwa Yesus Tuhan?


Pada Mulanya Firman Membuktikan Bahwa Yesus Tuhan?
Pada Mulanya Firman Membuktikan Bahwa Yesus Tuhan?

Orang-orang Kristen mengimani Yesus itu Tuhan yang menjelma sebagai manusia. Mereka meyakini bahwa Yesus Kristus itu adalah Firman yang hidup. Inilah yang diimani hampir seluruh orang Kristen yang mengimani Trinitas/Tritunggal. Dalil yang sering mereka gunakan adalah awal dari kitab Yohanes. Apa bunyi ayatnya?

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yohanes 1 : 1)

(Baca Juga : Benarkah Yesus Tuhan?)

Jadi orang-orang Kristen banyak menggunakan Yohanes pasal 1 ayat 1 untuk membenarkan ajaran mereka tentang ketuhanan Yesus Kristus. Tapi kalau kita lihat lebih teliti maka akan kita jumpai kejanggalan di situ. Misalnya begini, kita ibaratkan Firman itu Yesus, maka akan membentuk kalimat “Pada mulanya Yesus, Yesus itu bersama-sama dengan Allah dan Yesus itu Allah.” Apakah belum menjumpai kejanggalannya? Sederhananya begini, kalau pada mulanya Yesus, kemudian Yesus itu bersama-sama dengan Allah maka tidak mungkin Yesus itu adalah Allah. Kenapa? Karena ini tidak masuk logika. Menggunakan dalil ini untuk membuktikan ketuhanan Yesus di Alkitab adalah sebuah pemaksaan.

Atau kita gunakan pemisalan yang lain, kita misalkan Firman itu adalah Budi dan Allah itu adalah Dimas. Maka akan membentuk kalimat “Pada mulanya Budi, Budi itu bersama-sama dengan Dimas dan Budi itu Dimas.”

Apakah ini masuk logika? Tentu saja tidak, kecuali kalau memang kita tidak menggunakan logika. Kalau kita tidak menggunakan logika dan fikiran tentu apa saja kita tidak peduli yang penting sesuai sama kita. Akan tetapi orang yang berfikir dan menggunakan nalarnya maka dia tidak akan mudah menerima sesuatu hal. Dia pasti menelaahnya dan menelitinya terlebih dahulu menurut penalarannya.
Jadi dalil Yohanes pasal pertama ayat pertama sama sekali tidak bisa gunakan sebagai dalil Yesus itu Tuhan. Jikalau masih bersikeras untuk menjadikannya sebagai landasan ketuhanan Yesus maka itu adalah sebuah pemaksaan. Sebenarnya ada kesalahan pada saat terjemahan dari bahasa Yunani (bahasa asli Perjanjian Baru) ke bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa lainnya. Sebenarnya pada ayat Yohanes kata “Tuhan” ada yang tidak bermakna Tuhan sesungguhnya. Kalau tidak percaya bisa merujuk kepada pakar bahasa Yunani dan teliti sendiri pada Alkitab. Dan ayat Yohanes di atas juga sebenarnya diambil dari teologi Yunani dan diadopsi ke dalam ayat tersebut.

Jadi ini semua sudah terjadi sejak dari awalnya dan kesalahan ini terus berkembang tanpa hentinya, layaknya sudah mendarah daging. Kalaupun ayat-ayat di atas mendukung ketuhanan Yesus maka itu akan bertentangan dengan ratusan bahkan ribuan ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus itu bukan Tuhan. Lihat saja pada ayat-ayat di bawah ini,

Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. (Yohanes 12 : 49)

"Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku." (Markus 9 : 37)

Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku." (Yohanes 8 : 18)

Jadi Yesus sendiri yang mengatakan bahwa dia adalah utusan Bapa dan Bapa adalah seorang Pengutus. Ini membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan, karena dia adalah seorang utusan. Seorang utusan tidak akan pernah naik derajatnya menjadi Sang Pengutus. Itulah logika sederhananya. Kalau ‘memang’ ayat Yohanes membuktikan ketuhanan Yesus, itu akan bertentangan dengan ayat-ayat yang secara tegas menyatakan bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Sedangkan kalau ayat Yohanes tidak menunjukkan ketuhanan Yesus maka itu tidak ada masalah pada ayat-ayat Alkitab lainnya, karena banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan bahwa Yesus itu hanyalah seorang utusan Tuhan dan bukanlah Tuhan.
Semoga Allah membimbing orang-orang Kristen kepada kebenaran dan memberi mereka hidayah agar masuk Islam.
Share on Google Plus

- Yusri Triadi

liputanalquran.com
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment