Pernyataan Yesus "Alfa dan Omega" Pada Kitab Wahyu

Ilustrasi Yesus Menurut Kristen
Ilustrasi Yesus Menurut Kristen

Seperti yang kita ketahui, hampir seluruhnya orang Kristen berakidah Trinitas, alias Tuhan dalam 3 pribadi, yaitu Allah, Yesus dan Roh Kudus. Umat Kristen menyatakan bahwa Trinitas itu adalah akidah tauhid dan terus bersikeras menyatakan bahwa mereka menyembah 1 tuhan, tapi dalam pengaplikasian kehidupan sehari-hari mereka menyembah 3 tuhan. Bagaimana tiga zat yang berbeda kepribadian dijadikan di dalam satu zat, sampai kapanpun itu tidak akan bisa menjadi satu zat meskipun mereka memaksakan seperti itu. Di dalam akidah Trinitas tersebut, umat Kristen menyembah Yesus atau Nabi ‘Isa ‘Alaihissalam. Mereka mengatakan bahwa Yesus turun ke muka bumi ini sebagai tuhan yang menjelma sebagai manusia. Pemikiran seperti apa itu? Itu tidak lain adalah perkataan dari Paulus yang menurut orang Kristen adalah salah satu rasul Yesus. Di dalam Alkitab, tidak ada penjelasan secara jelas bahwa Yesus menyatakan bahwa dia adalah Tuhan.

(Baca Juga : Mukjizat Yesus Berjalan di Atas Air)

Pernyataan terdekat adalah kutipan dari Kitab Wahyu, yaitu ketika yesus mengatakan “Aku adalah Alfa dan Omega” yang berarti “Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir”. Sebenarnya Kitab Wahyu ini adalah mimpi dari Yohannes, dan mimpi itu berisi banyak hal-hal yang tidak masuk logika seperti gambaran binatang dengan mata di dalam dan di luar, lalu tanduk dengan mata padanya. Itu bisa saja terjadi pada manusia jikalau dia makan terlalu banyak, contohnya kita saja, kita bisa bermimpi berbagai hal setelah makan dengan porsi yang banyak. Jadi bisa saja ketika Yesus mengatakan Alfa dan Omega itu hanyalah khayalan dari Yohannes saja, atau bahkan bisa jadi itu bukan ucapan dari Yesus. Penulisan dari Kitab Wahyu ini saja masih banyak menimbulkan perbedaan di kalangan ulama Kristen tentang siapa sebenarnya penulisnya dan masih banyak hal lainnya.

Jadi pernyataan Yesus bahwa Alfa dan Omega itu tidak bisa dijadikan dalil kuat akan ketuhanan Yesus. Bahkan Yesus itu adalah sebagai nabi yang sudah jelas dikatakan oleh Alkitab dan dia diutus kepada orang Israel. Tidak mungkin seorang taraf nabi bisa menjadi tuhan, atau dengan kata lain utusan (nabi) menjadi sang pengutus (tuhan). Itu sama saja membuat Tuhan setara dengan hamba-Nya.

(Baca Juga : Benarkah Yesus Tuhan?)

Di dalam Al-Quran, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegaskan bahwa telah kafirlah orang yang menyatakan bahwa ‘Isa Al-Masih ‘Alaihissalam adalah Allah (Tuhan).

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (Q.S. Al-Maa’idah : 72)

Karena Nabi ‘Isa itu sendiri yang menyatakan bahwa dia adalah nabi utusan Allah kepada Bani Israil. Di dalam Alkitab dari 66 kitab dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu tidak pernah secara jelas Yesus menyatakan bahwa “Akulah Tuhan” atau “Sembahlah aku”. Bahkan semua mukjizat Yesus itu adalah pemberian dari Allah kepadanya. Jadi mukjizat seperti membunuh babi, menghidupkan Lazarus, menyembuhkan penyakit dan semuanya itu adalah mukjizat yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai layaknya seorang Rasul. Bahkan itu diterangkan Allah Ta’ala di dalam Al-Quran.

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. (Q.S. Ali ‘Imran : 49)


Jadi semua mukjizat dari Nabi ‘Isa ‘Alaihissalam atau Yesus itu dilakukan atas izin Allah dan atas pemberian dari Allah. Untuk apa? Untuk membuktikan kerasulannya dan agar orang-orang kembali ke jalan Allah yang lurus.

(Baca Juga : Yesus Tuhan Atau Nabi?)

Semoga Allah memberikan hidayah kepada orang-orang kafir dan musyrik untuk masuk ke dalam agama Islam.
Share on Google Plus

- Yusri Triadi

liputanalquran.com
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment