Header Ads

-

Siapa Penghibur dan Roh Kebenaran yang Dimaksud Yesus? (LENGKAP)

Penghibur dan Roh Kebenaran
Pemandangan

Banyak pendapat dari berbagai orang mengenai ‘Penghibur’ dan ‘Roh Kebenaran’ yang dimaksud Yesus Kristus di dalam Alkitab, ada yang berpendapat itu adalah Roh Kudus dan ada yang berpendapat itu adalah Nabi Muhammad. Untuk membuktikan hal ini kita akan merujuk kepada ayat Alkitab yang dimaksud.

= Pembahasan pertama ialah Yohanes 16 : 7 =

Ayatnya berbunyi,

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. (Yohanes 16 : 7)
Jadi Yesus mengatakan bahwa Penghibur itu tidak akan datang kalau Yesus belum pergi, dan jikalau Yesus pergi Penghibur itu akan datang. Kalau kita misalkan Penghibur ini adalah Roh Kudus, pertanyaannya adalah apakah Roh Kudus baru datang saat Yesus pergi? Tidak, Roh Kudus sudah ada jauh sebelum Yesus lahir bahkan ada saat Yesus hidup.

Misalnya pada ayat ini, Roh Kudus ada setelah Yesus dibaptis Yohanes.

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3 : 16-17)

Dan Roh Kudus sudah ada jauh sebelum Yesus lahir. Misalnya pada ayat ini dikatakan bahwa Roh Kudus mengajari orang Israel di padang gurun.

Dan Engkau memberikan kepada mereka Roh-Mu yang baik untuk mengajar  mereka. Juga manna-Mu tidak Kautahan dari mulut mereka dan Engkau memberikan air kepada mereka untuk melepaskan dahaga. (Nehemia 9 : 20)

Jadi nubuat Penghibur pada ayat Yohanes 16 : 7 tidak bisa kita maksudkan kepada Roh Kudus. Akan tetapi sangat cocok dengan Nabi Muhammad, karena Nabi Muhammad lahir sekitar lebih dari 500 tahun setelah Yesus.

= Kemudian Ayat Yohanes 15 : 26 =

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. (Yohanes 15 : 26)

Kata Yesus jika Penghibur atau Roh Kebenaran itu datang, dia akan bersaksi mengenai dirinya (Yesus). Kesaksian di sini adalah kesaksian tentang siapa Yesus itu, di dalam Alkitab belum ada ayat yang jelas mengenai kesaksian Roh Kudus tentang Yesus Kristus. Akan tetapi sebaliknya, Nabi Muhammad banyak memberi kesaksian tentang siapa Yesus Kristus (‘Isa) itu, misalnya pada Hadits berikut ini. Beliau mengatakan,

"Para Nabi adalah seperti saudara sebapak, ibu mereka berbeda tapi agama mereka satu. Sesungguhnya akulah yang paling berhak dengan Isa Ibnu Maryam karena tidak ada antaraku dan dia seorang nabi pun. Sungguh dia akan turun, maka jika kalian melihatnya kenalilah dia! Dia adalah seorang yang berkulit antara merah dan putih dalam keadaan berpakaian dua kain yang bercelup ja’faran, rambut-nya seperti meneteskan air padahal tidak basah. Ia akan memecahkan salib-salib, membunuh babi-babi, menggugurkan jizyah, dan mengajak manusia kepada agama Islam. Allah binasakan pada zaman-nya seluruh agama-agama selain Islam. Allah binasakan juga Dajjal. Maka terjadilah keamanan di muka bumi hingga singa bersama dengan unta, macan dengan sapi, dan serigala dengan domba, serta anak-anak kecil bermain dengan ular dengan tidak memberikan bahaya sedikit pun kepada mereka. Demikianlah berlangsung selama empat puluh tahun, kemudian beliau meninggal dan dishalatkan oleh kaum Muslimin." (HR. Imam Ahmad)

Bahkan Nabi Muhammad menjelaskan bahwasannya ‘Isa akan turun pada akhir zaman untuk menegakkan ketauhidan yang telah banyak diingkari dan dilupakan banyak pengikutnya.

= Ayat ketiga adalah Yohanes 16 : 12-14 =

Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. (Yohanes 16 : 12-14)

Pada ayat itu dijelaskan bahwasannya Roh Kebenaran akan memimpin umat ke dalam kebenaran, karena dia (Roh Kebenaran) tidak berkata dari dirinya sendiri, tetapi yang didengarnya itulah yang akan dikatakannya.

(Baca Juga : Yesus Tuhan Atau Nabi?)

Kalau kita merujuk pada Roh Kudus sungguh jelas ini tidak masuk akal, karena Roh Kudus yang dianggap umat Kristen sebagai Tuhan tidak mungkin berkata berdasarkan apa yang didengarnya, akan tetapi perkataan Roh Kudus adalah kehendaknya sendiri, karena menurut orang Kristen dia adalah Tuhan. Tetapi jika kita merujuk kepada Nabi Muhammad maka itu sangat cocok, karena Nabi Muhammad berkata berdasarkan wahyu yang didapatnya dari Allah. Sebagaimana yang disebutkan Al-Quran.

Allah berfirman :
kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (Q.S. An-Najm : 2-4).

Ayat selanjutnya pada Yohanes 16 : 12-14 di atas menjelaskan bahwa Roh Kebenaran itu akan memuliakan Yesus. Yang ingin dijelaskan adalah siapa yang memuliakan sosok Yesus setelah kenaikannya ke langit? Roh Kudus pun tidak pernah memuliakan sosok beliau sepeninggal Yesus. Akan tetapi jika kita merujuk kepada Nabi Muhammad, maka beliau amat memuliakan sosok Yesus/’Isa. Seperti yang disebutkan pada hadits berikut ini , dijelaskan bahwa setiap anak yang lahir itu diganggu setan kecuali Nabi ‘Isa dan ibundanya (Siti Maryam)

Setiap bayi dari anak keturunan adam akan ditusuk dengan tangan setan ketika dia dilahirkan, sehingga dia berteriak menangis, karena disentuh setan. Selain Maryam dan putranya. (HR. Bukhari no. 3431)

Kemudian pada ayat Yohanes 16 : 12-14 tadi juga dijelaskan bahwa Roh Kebenaran tersebut akan memberi tahu mengenai hal-hal yang akan datang. Jikalau kita cari, maka kita tidak akan menemukan satu ayat pun yang menjelaskan bahwa Roh Kudus berbicara mengenai hal-hal yang akan datang setelah kepergian Yesus. Sedangkan Nabi Muhammad banyak berbicara mengenai hal-hal yang akan datang, misalnya kisah turunnya Nabi ‘Isa nanti di akhir zaman.

Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang memperjuangkan kebenaran dan meraih kemenangan hingga hari kiamat.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan, “Kemudia Isa bin Maryam turun ke muka bumi. Lalu pemimpin mereka-mereka tadi mengatakan pada Isa, “Jadilah imam shalat bersama kami.” “Tidak. Sesungguhnya di antara kalian sudah menjadi pemimpin bagi yang lain. Allah betul-betul telah memuliakan umat ini”, jawab Isa. (HR. Muslim no. 156)

Tentu saja ucapan Muhammad ini berdasarkan apa yang diwahyukan Allah kepadanya sebagaimana yang telah kita bahas sebelumnya.

= Ayat keempat yang menjadi pembahasan kita adalah Yohanes 14 : 16-17 =

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. (Yohanes 14 : 16-17)

Pada ayat ini dijelaskan bahwasannya Roh Kebenaran ini akan menyertai kita selama-lamanya, jikalau kita merujuk kepada Roh Kudus maka akan kurang cocok, belum lagi ditambah dengan penjelasan kita sebelumnya, karena dijelaskan di ayat di atas bahwa "Penolong yang lain", berarti bukanlah Roh Kudus karena Roh Kudus sudah ada sehingga tidak mungkin Yesus meminta kepada Bapa agar diberikan Roh Kudus yang lain. Akan tetapi kalau kita merujuk kepada Nabi Muhammad akan cocok, karena kata “menyertai” di sini bisa bermakna ajaran beliau, yang mana akan kekal sampai selama-lamanya. Kemudian hal kedua adalah “dunia tidak dapat menerima dia karena dunia tidak melihat dia dan tidak mengenal dia”. Kalau kita merujuk kepada Roh Kudus maka ini akan sangat bertolak belakang dengan akidah orang Kristen, karena orang-orang mengenal Roh Kudus dan orang-orang Kristen menerima Roh Kudus. Akan tetapi kalau merujuk kepada Nabi Muhammad ini sangat cocok, kita melihat bahwasannya awal dakwah Nabi Muhammad mendapat penolakan dari orang-orang sekitarnya, hal itu terjadi karena orang-orang tersebut belum mengenal siapa Muhammad sebenarnya. Pada ayat itu juga dijelaskan bahwasannya Roh Kebenaran tersebut akan menyertai kita dan akan selalu ada di dalam diri kita. Ini sangat berhubungan dengan ayat sebelumnya jika membicarakan tentang Nabi Muhammad karena jikalau berbicara ajaran beliau maka sampai saat ini masih ada dan akan kekal sampai selama-pamanya. Sedangkan untuk Roh Kudus? Tidak akan kita temukan saling keterkaitan, baik itu dari ayat satu maupun ayat yang lainnya.

Jadi kesimpulannya adalah, Penghibur ataupun Roh Kebenaran yang dimaksud lebih mengarah kepada Nabi Muhammad, Nabi yang dinubuatkan Yesus akan datang sepeninggal beliau, Nabi yang bersaksi mengenai Yesus, Nabi yang memuliakan sosok Yesus, Nabi yang banyak berbicara hal-hal yang akan datang dan Nabi yang berbicara berdasarkan apa yang diwahyukan kepadanya. Mari kita sama-sama berfikir, terutama sahabatku yang Kristen, mari kita renungi hal ini, apakah ayat-ayat tersebut cocok dengan Roh Kudus atau dengan Nabi Muhammad. Maka benarlah firman Allah di dalam Al-Quran bahwasannya Nabi 'Isa (Yesus Kristus) meramalkan tentang datangnya seorang nabi yaitu Muhammad.

(Baca Juga : Yesus Lebih Besar Daripada Muhammad?)

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". (Q.S. Ash-Shaaff : 6)

Semoga Allah memberi hidayah kepada orang Kristen untuk memeluk agama Islam.

No comments

Powered by Blogger.