Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Matahari


Ayat Al-Quran Tentang Matahari
Ayat Al-Quran Tentang Matahari
Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menciptakan segala sesuatu di langit dan di bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Allah Tabaraka Wa Ta’ala telah menciptakan bumi, air, langit, udara, api, hewan, manusia, tumbuhan, jin dan lain sebagainya. Allah Ta’ala mengatur semua makhluk-Nya tanpa kelelahan sedikitpun dan tidak merasa bosan untuk menjaganya. Pada tulisan kali ini kita akan membahas ayat-ayat Al-Quran tentang matahari yang merupakan sumber daya alam terbesar yang ada di muka bumi ini. Apa sajakah ayatnya?

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah", maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). (Q.S. Al-‘Ankabuut : 61)

Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. (Q.S. Faathir : 13)

(Baca Juga : Ayat Al-Quran Tentang Jodoh)

Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. (Q.S. Ibrahim : 33)


Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Luqman : 29)

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Q.S. Az-Zumar : 5)

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (Q.S. Ar-Ra’d : 2)

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S. Al-A’raaf : 54)

Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya), (Q.S. An-Nahl : 12)

Ayat di atas menjelaskan bahwasannya Allah-lah yang telah menundukkan matahari dan bulan dengan kuasa-Nya.

Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar." Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. (Q.S. Al-An’aam : 78)

Ayat di atas mengisahkan tentang Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang sedang mencari tuhannya dengan melihat tanda-tanda yang ada di muka bumi ini. Salah satu yang diperhatikan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam adalah matahari.

Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-An’aam : 96)

Ayat di atas menjelaskan bahwasannya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menjadikan matahari dan bulan salah satunya adalah untuk perhitungan.

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (Q.S. Al-Anbiyaa’ : 33)

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (Q.S. Yunus : 5)

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (Q.S. Yaasiin : 40)

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah Ta’ala menciptakan matahari dan bulan, keduanya memiliki garis edarnya masing-masing.

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan." Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Q.S. Al-Baqarah : 258)

Ayat di atas menerangkan kepada kita bahwa matahari itu terbit dari timur.

Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu, (Q.S. Al-Furqaan : 45)

Ayat di atas menjelaskan perihal bayangan dan Allah Ta’ala menjadikan matahari sebagai petunjuk atas suatu bayangan.
Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. (Q.S. Al-Furqaan : 61)

Ayat di atas menjelaskan bahwa matahari dan bulan itu bercahaya, matahari adalah sumber cahayanya sedangkan bulan hanya memantulkan cahaya dari matahari. Jadi bulan tidak memiliki cahayanya sendiri.

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. (Q.S. Al-Hajj : 18)

Ayat di atas menerangkan kepada kita bahwa matahari, bulan, bintang dan segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi ini bersujud kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Lalu sebagai ciptaan terbaiknya apakah kita tidak malu dengan itu semua?

Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. (Q.S. Al-Hijr : 73)

Ayat di atas mengisahkan tentang azab yang Allah Ta’ala berikan kepada kaum Luth ‘alaihissalam yang terjadi saat matahari akan terbit.

Demi waktu matahari sepenggalahan naik, (Q.S. Adh-Dhuhaa : 1)

Ayat di atas memberitahu kita bahwa Allah ‘Azza Wa Jalla bersumpah dengan waktu matahari sepenggalahan naik.

Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? (Q.S. Al-A’raaf : 98)

Berkata Musa: "Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik." (Q.S. Thaahaa : 59)

Ayat di atas juga berbicara mengenai waktu matahari sepenggalahan naik.

di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. (Q.S. Al-Insaan : 13)

dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya." (Q.S. Thaahaa : 119)

Ayat di atas menjelaskan tentang salah satu kenikmatan di dalam surga, yakni tidak merasakan teriknya matahari dan tidak pula merasakan kedinginan.

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (Q.S. Al-Israa’ : 78)

Ayat di atas menjelaskan tentang waktu-waktu sholat dan juga sholat subuh.

Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. (Q.S. Al-Kahf : 17)

Ayat di atas masih berhubungan dengan kisah pemuda Ashabul Kahfi yang tertidur di gua selama 309 tahun lamanya.

Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka. (Q.S. Al-Kahf : 86)

Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, (Q.S. Al-Kahf : 90)

Ayat di atas merupakan potongan kisah dari Dzulqarnain yang diceritakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam Surah Al-Kahf.

dan matahari dan bulan dikumpulkan, (Q.S. Al-Qiyaamah : 9)

Ayat di atas adalah salah satu sumpah Allah Tabaraka Wa Ta’ala, yaitu bersumpah dengan matahari dan bulan dikumpulkan.

dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), (Q.S. An-Naba’ : 13)

Ayat di atas memberitahu kita bahwa Allah Ta’ala juga menamakan matahari dengan nama pelita yang amat terang.

Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, (Q.S. An-Naml : 24)

Ayat di atas adalah laporan burung Hud-Hud terhadap Nabi Sulaiman ‘alaihissalam mengenai Ratu Balqis dan kaumnya.

Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. (Q.S. Ar-Rahmaan : 5)

Ayat di atas menjelaskan bahwasannya matahari dan bulan beredar menurut perhitungannya.

Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya. (Q.S. Ar-Rahmaan : 17)

Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari. (Q.S. Ash-Shaaffaat : 5)

Ayat di atas menjelaskan bahwasannya Allah Ta’ala adalah Tuhan yang memelihara dua tempat terbit dan terbenamnya matahari.

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, (Q.S. Asy-Syams : 1)

Ayat di atas berbicara tentang sumpah Allah Ta’ala dengan matahari dan cahayanya saat di pagi hari.

Maka Fir'aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit. (Q.S. Asy-Syu’araa’ : 60)

Ayat di atas adalah bagian dari kisah Fir’aun dan pasukannya yang mengejar Nabi Musa ‘alaihissalam dan kaumnya.

Apabila matahari digulung, (Q.S. At-Takwiir : 5)

Ayat di atas menjelaskan tentang salah satu peristiwa saat hari Kiamat, yaitu saat matahari digulung.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah. (Q.S. Fushshilat : 37)

Ayat di atas menjelaskan bahwa matahari, bulan, malam dan siang adalah di antara tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ayat di atas juga peringatan untuk jangan menyembah matahari ataupun bulan, akan tetapi sembahlah yang telah menciptakannya, yaitu Allah Jalla Jalaluh.

Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita? (Q.S. Nuh : 16)

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah Ta’ala menciptakan bulan sebagai cahaya dan matahari sebagai pelita.

Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya). (Q.S. Qaaf : 39)

Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang, (Q.S. Thaahaa : 130)

Ayat di atas menjelaskan tentang salah satu saat utama bertasbih yaitu sebelum matahari terbit dan terbenam.

dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Yaasiin : 38)

Ayat di atas menjelaskan bahwa matahari itu berjalan di tempat peredarannya.

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku." (Q.S. Yusuf : 4)

Ayat di atas menjelaskan tentang kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam yang menceritakan mimpinya kepada ayahnya yaitu Nabi Ya’qub ‘alaihissalam.

Itulah berbagai ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang matahari. Sudah seharusnya kita mengambil hikmah dan pelajaran dari ayat-ayat di atas. Semoga tulisan ini menambah wawasan kita dan menambah kecintaan kita kepada Al-Quranul Karim.
Semoga bermanfaat.
Share on Google Plus

- Yusri Triadi

liputanalquran.com
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment