Header Ads

-

Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Bintang


Bintang
Bintang
Bintang adalah satu dari sekian banyaknya benda-benda langit yang diciptakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Di setiap malam kita melihat jutaan bintang di langit sambil menunjukkan cahaya terangnya. Bintang-bintang yang begitu indah sinarnya dan berkemilauan. Siapa yang dapat menciptakan itu semua kecuali Allah ‘Azza Wa Jalla. Bintang-bintang yang tidak pernah henti-hentinya memberi senyuman manis di setiap malam yang kita lewati. Begitu banyaknya hal menarik mengenai bintang membuat penulis tertarik untuk membahas mengenai ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan bintang. Mau tahu bagaimana pembahasan lengkapnya? Simak pada tulisan ini.

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S. Al-A’raaf : 54)
Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya), (Q.S. An-Nahl : 12)

Ayat di atas menjelaskan bahwa Tuhan kita semua adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi. Allah pula-lah yang telah menciptakan bintang-bintang yang senantiasa tunduk kepada-Nya.

Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam." (Q.S. Al-An’aam : 76)

Ayat di atas mengisahkan tentang Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang sedang berpetualang dalam pencariannya mencari Tuhan yang sesungguhnya. Salah satu cara yang beliau gunakan adalah dengan melihat tanda-tanda yang berada di alam semesta ini, sehingga suatu malam beliau melihat sebuah bintang dan menyangka itulah Tuhannya, akan tetapi ketika bintang tersebut tenggelam maka beliau menyadari bahwa bintang bukanlah Tuhan.

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. (Q.S. Al-An’aam : 97)

dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk. (Q.S. An-Nahl : 16)

Ayat di atas menjelaskan beberapa fungsi dan tujuan diciptakannya bintang, salah satu tujuannya adalah agar menjadi penerang kita di saat malam, baik ketika kita di darat maupun di laut.

Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, (Q.S. Al-Buruuj : 1)

Ayat di atas merupakan salah satu sumpah Allah yang menyatakan bahwa Dia bersumpah dengan langit yang mempunyai gugusan bintang.

Demi bintang ketika terbenam. (Q.S. An-Najm : 1)

Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, (Q.S. At-Takwiir : 15)

Ayat di atas juga merupakan sumpah Allah Ta’ala mengenai bintang, akan tetapi pada ayat tersebut Allah Ta’ala bersumpah “Demi bintang ketika terbenam” dan juga bersumpah dengan bintang-bintang.

Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. (Q.S. Al-Furqaan : 61)

Ayat di atas adalah pujian Allah Ta’ala terhadap diri-Nya sendiri mengenai gugusan-gugusan bintang di langit.

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. (Q.S. Al-Hajj : 18)

Ayat di atas adalah penjelasan bahwa segala apa yang ada di langit maupun di bumi ini, baik itu matahari, bulan, bintang gunung, pepohonan, binatang-binatang, semuanya bersujud kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

(Baca Juga : Ayat Al-Quran Tentang Jodoh)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya), (Q.S. Al-Hijr : 16)

Ayat di atas sebagai penjelasan bahwa Allah-lah yang telah menciptakan gugusan bintang-bintang di langit dan Dia pula yang telah menghiasi langit.

dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, (Q.S. Al-Infithaar : 2)

Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, (Q.S. Al-Mursalaat : 8)

dan apabila bintang-bintang berjatuhan, (Q.S. At-Takwiir : 2)

Ayat di atas menjelaskan salah satu keadaan saat hari Kiamat tengah berlangsung, yaitu saat bintang-bintang jatuh berserakan, berjatuhan dan dihapuskan. Masya Allah

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. (Q.S. Al-Mulk : 5)

Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, (Q.S. Ash-Shaaffaat : 6)

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Fushshilat : 12)


Ayat di atas adalah penjelasan bahwa Allah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan bintang-bintang juga dijadikan Allah sebagai alat-alat pelempar syetan.

dan bahwasanya Dialah yang Tuhan (yang memiliki) bintang syi'ra (Q.S. An-Najm : 49)

Ayat di atas adalah penjelasan bahwa Allah adalah Tuhan yang memiliki bintang syi’ra. Bintang syi’ra ini adalah bintang yang dahulu disembah oleh orang-orang Arab pada masa Jahiliyah.

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. An-Nuur : 35)

Ayat di atas membahas tentang cahaya Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang. (Q.S. Ash-Shaaffaat : 88)

Ayat di atas sebenarnya adalah salah satu kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mendakwahi kaumnya dan ayahnya.

(yaitu) bintang yang cahayanya menembus, (Q.S. Ath-Thaariq : 3)

Ayat di atas berbicara tentang cahaya bintang.

dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar). (Q.S. Ath-Thuur : 49)

Ayat di atas menjelaskan tentang salah satu waktu utama untuk bertasbih kepada Allah Ta’ala, yaitu beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenamnya bintang-bintang (alias di waktu fajar).

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku." (Q.S. Yusuf : 4)

Ayat di atas adalah kisah saat Nabi Yusuf ‘alaihissalam menceritakan mimpinya kepada ayahandanya yaitu Nabi Ya’qub ‘alaihissalam.

Itulah berbagai ayat-ayat Al-Quran mengenai bintang. Semoga tulisan ini semakin menambah kecintaan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Semoga bermanfaat.

No comments

Powered by Blogger.