Header Ads

-

Macam-Macam Gelombang di Al-Quran

Gelombang adalah peristiwa perambatan energi dari satu tempat ke tempat lain. Di dalam ilmu fisika gelombang masuk ke dalam pembahasan getaran, gelombang dan bunyi. Di Indonesia materi tentang gelombang sejatinya sudah dipelajari saat SD, akan tetapi mulai dikembangkan dan diperdalam saat SMP dan SMA.  Pada tulisan kali ini kita akan membahas sedikit tentang macam-macam gelombang yang disebut Al-Quran. Apa sajakah itu? Simak pada tulisan di bawah ini.

GELOMBANG AIR LAUT

Macam-Macam Gelombang di Al-Quran
Macam-Macam Gelombang di Al-Quran
Gelombang laut disebutkan beberapa kali di Al-Quran. Sekitar ada 3 penyebutan di Al-Quran yang berkaitan dengan gelombang laut ataupun gelombang air.

Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur." (Q.S. Yunus : 22)

Ayatd di atas membahas tentang salah satu di antara tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yaitu Allah-lah yang telah menjadikan kita dapat berjalan di daratan dan berlayar di lautan. Allah menjelaskan kepada kita bahwa saat di dalam bahtera kita berlayar tanpa hambatan maka akan begitu bergembira. Lalu saat Allah datangkan angin badai dan gelombang dari segenap penjuru yang membuat ada gangguan pada bahtera dan penumpangnya maka kita akan memohon kepada Allah agar diselamatkan. Tetapi Allah melanjutkan ayat di atas,

Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. Yunus : 23)

Itulah sifat kebanyakan manusia, sedikit sekali bersyukur dan banyak mengingkari janjinya kepada Allah Ta’ala.


Ayat lainnya yang membahas tentang gelombang laut yakni,

Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." (Q.S. Huud : 42)

Ayat di atas menjelaskan tentang kisah Nabi Nuh ‘alaihissalam dengan anaknya yang durhaka (Qana’an). Saat banjir besar datang Nabi Nuh ‘alaihissalam menyuruh anaknya untuk masuk ke dalam kapal agar tidak terkena banjir besar. Akan tetapi apa kata si Qana’an?

Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (Q.S. Huud : 43)

Anaknya tidak mendengarkan sang bapak, padahal Nabi Nuh ‘alaihissalam sudah berusaha mengajak agar anaknya masuk ke dalam kapal. Akan tetapi anaknya tetap tidak mau dan anaknya itu terkena banjir besar sehingga ikut tenggelam bersama orang-orang yang ditenggelamkan Allah Ta’ala.

GELOMBANG BUNYI

Gelombang bunyi termasuk ke dalam gelombang mekanik karena membutuhkan medium perambatan. Bunyi juga disebut suara. Maka dari itu gelombang bunyi sama dengan gelombang suara. Di dalam Al-Quran hal itu banyak disebutkan dan dibahas Al-Quran.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari. (Q.S. Al-Hujuraat : 2)

Ayat di atas memerintahkan agar jangan meninggikan suara melebihi suara Nabi dan jangan berkata berkata kepadanya dengan suara yang keras.

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (Q.S. Luqman : 19)

Ayat di atas memerintahkan untuk menyederhanakan dalam berjalan dan melunakkan suara saat berbicara.

Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya, (Q.S. Huud : 67)

Ayat di atas menjelaskan tentang azab Allah Ta’ala terhadap kaum Nabi Sholih ‘alaihissalam yang ingkar terhadap Allah dan risalah yang dibawa Rasul-Nya.

Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, (Q.S. Al-Mulk : 7)

Ayat di atas menggambarkan tentang dahsyatnya neraka Allah Ta’ala.

Dan banyak sekali ayat-ayat Al-Quran yang membahas tentang suara/bunyi. Ayat-ayat di atas adalah di antaranya.

GELOMBANG CAHAYA

Cahaya adalah gelombang elektromagnetik, artinya cahaya tidak memerlukan medium perambatan. Setiap hari kita mendapat cahaya dari matahari, kita dapat menggunakannya untuk mengeringkan pakaian, fotosintesis tumbuhan, mendapatkan manfaat sinar Ultraviolet yang berguna untuk kulit (pada pagi hari) dan lain sebagainya. Di Al-Quran banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang cahaya, bahkan di Al-Quran ada ayat yang disebut sebagai ayat nur (ayat cahaya). Ayat itu adalah,

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. An-Nuur : 35)

Ayat lainnya yang membahas dan menyebutkan tentang cahaya adalah,

Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita? (Q.S. Nuuh : 16)

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah menciptakan bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita. Hal ini sudah dijelaskan Al-Quran ribuan tahun sebelum berkembangnya ilmu astronomi dan perbintangan.

Allah Ta’ala bahkan bersumpang dengan cahaya, yaitu cahaya pada pagi hari dan cahaya merah saat senja hari

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, (Q.S. Asy-Syams : 1)

Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, (Q.S. Al-Insyiqaaq : 16)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang lainnya yang membahas tentang hal ini.

Itulah berbagai penjelasan dan penyebutan Al-Quran tentang macam-macam gelombang, ada gelombang laut, gelombang bunyi  (magnetk) dan juga gelombang cahaya (elektromagnetik). Semoga tulisan ini menambah wawasan dan pengetahuan kita sehingga kita lebih mencintai Al-Quranul ‘Adzhim.

Semoga bermanfaat.

No comments

Powered by Blogger.